- Untuk mendapatkan jodoh yang tepat tidaklah mudah. Selalu ada proses yang perlu dilewati setiap manusia. Jika Anda ingin menjadikan pacar sebagai pasangan hidup, tentu Anda harus tahu terlebih dahulu, apakah dialah pasangan yang tepat untuk Anda. Meskipun Anda telah mengenalnya sejak lama, belum tentu Anda mengetahui semua hal tentangnya. Sebelum Anda menjalani hubungan yang semakin jauh, ketahuilah sejak dini, apakah dia yang mampu menjadi pendamping hidup yang setia bagi Anda nantinya. Bagaimana caranya?
1. Menerima Anda apa adanya
Jika dia sungguh-sungguh mencintai Anda, tentunya dia akan menerima Anda apa adanya. Dia tidak akan pernah menuntut atau memaksakan Anda menjadi orang lain, bahkan dia dapat menerima kekurangan Anda, meskipun Anda dalam keadaan buruk sekalipun.2. Selalu ada setiap saat
Jika dia pasangan yang tepat bagi Anda, dia akan selalu ada bersama Anda dalam setiap kondisi apa pun, baik saat Anda sedang senang maupun susah.3. Selalu mendukung
Jika orang lain menyalahkan Anda ketika Anda berbuat salah, pasangan yang sejati akan selalu mendukung Anda meskipun Anda berbuat kesalahan. Dia akan menjadi orang pertama yang mendukung Anda dan memberikan semangat pada Anda. Dia tidak akan menyalahkan Anda atas kesalahan yang telah terjadi, tetapi dia akan memberikan telinga untuk mendengar keluh-kesah Anda dan menasehati Anda untuk belajar dari kesalahan dan menjadi lebih baik.4. Memprioritaskan komunikasi
Jika dia pasangan yang baik, dia akan selalu memprioritaskan komunikasi dalam hubungan Anda berdua. Karena dia tahu komunikasi adalah kunci untuk sebuah hubungan yang sehat dan bahagia. Dia akan selalu terbuka pada Anda dalam segala hal, bahkan hal-hal terkecil sekalipun.5. Pengertian
Ciri lain untuk mengetahui apakah dia adalah pasangan yang tepat bagi Anda nantinya adalah dia adalah sosok yang penuh pengertian terhadap Anda. Dia selalu tahu apa yang Anda butuhkan, tahu bagaimana menenangkan Anda di saat sedang gundah, dan bagaimana cara membuat Anda selalu nyaman dan bahagia didekat Anda. Dia akan selalu memprioritaskan kepentikan Anda diatas segalanya. Karena dia sangat mencintai Anda.6. Selalu memperlakukan Anda dengan baik
Pasangan yang baik selalu tahu bagaimana memperlakukan orang yang dicintainya dengan sangat baik pula. Dia akan selalu memperlakukan pasangannya bagaikan raja atau ratu. Dia tidak akan mudah marah dan mampu mengontrol emosinya didepan Anda. Dan ketika dia berbuat salah, dia akan mengakuinya dan meminta maaf pada Anda.7. Bertanggung jawab
Ciri terakhir adalah jika dia menunjukkan mampu bertanggung jawabnya atas hidup Anda. Jika dia sungguh-sungguh mencintai Anda dan berniat baik untuk serius menjalani hubungan bersama Anda, dia akan bertanggung jawab atas diri Anda dengan cara menjaga Anda. Dia tidak akan melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan hingga ikatan hubungan Anda berdua resmi dalam sebuah pernikahan. Dia akan menunjukkan keseriusannya, dengan berusaha keras mempersiapkan kebutuhan dan rencana bagi masa depan Anda berdua.- Sumber:Keluarga
From our Blog
Showing posts with label berita keluarga. Show all posts
Showing posts with label berita keluarga. Show all posts
Friday, April 29, 2016
7 Hal Untuk Mengetahui Si Dia Pendamping Setia
Cara Didik Anak Supaya Tidak Suka Membatah
- Ketika seorang anak mulai beranjak remaja, muncul kekhawatiran pada benak sebagian besar para orang tua. Kekhawatiran akan masa depan anak-anaknya menyebabkan orang tua berusaha mendidik anak-anak mereka semenjak usia dini dengan sebaik mungkin, namun terkadang orang tua tidak menyadari atau bahkan melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putri mereka. Kesalahan-kesalahan dalam mendidik yang tidak disadari oleh orang tua inilah yang menyebabkan anak-anak tidak menghargai bahkan memberontak terhadap orang tua mereka.Anak adalah aset berharga Anda di masa depan. Anak-anak akan meneruskan garis keturunan keluarga Anda, jika orang tua salah dalam mendidik anak-anaknya bukannya membahagiakan keluarga yang diperoleh malah bisa mendatangkan aib bagi keluarga. Membuat anak untuk patuh atau jera bukan dibentuk dengan cara kekerasan atau dengan hukuman untuk menakut-nakuti. Kepatuhan seorang anak haruslah berasal dari kesadaran dalam diri anak tersebut dan menjadi tugas orang tua untuk membantu anak-anak memahami nilai-nilai kepatuhan tersebut.Ada banyak cara dan saran yang bisa Anda peroleh, namun tentu saja tidak seluruhnya sesuai untuk diterapkan dalam keluarga Anda, pandai-pandailah memilah dan kenali dengan baik situasi keluarga Anda, bijaksanalah.Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda pertimbangkan untuk membantu dalam mengasuh putra-putri Anda.
Seorang anak bukanlah diri Anda
Anak-anak yang Anda lahirkan ke dalam dunia ini terlahir sebagai individu, oleh karena itu pahamilah bahwa memaksakan kehendak Anda kepada anak Anda tidak akan pernah mendatangkan kebaikan. Pahamilah karakter anak Anda dan carilah tahu ketertarikannya akan sesuatu, kemudian bimbinglah mereka untuk meraihnya.Jadilah teladan
Seorang anak ibarat spon yang sangat mudah menyerap air. Hal-hal yang baik dan buruk dalam masa pertumbuhan mereka akan mereka serap dan hal itu membentuk karakter dan perilaku mereka nantinya. Bersikaplah lembut, jadilah sabar terutama kepada pasangan Anda, jadilah penuh cinta kasih dan panjang sabar, ramahlah terhadap semua orang, murah hati dan rendah hatilah. Ketika anak-anak Anda melihat teladan Anda yang baik mereka akan tergoda untuk melakukan hal yang serupa.Konsisten
Menjadi orang tua harus tegas dan konsisten. Dalam hal membuat peraturan di dalam rumah tangga peran orang tua sangat dominan, namun bukan berarti saran dan masukan dari anak-anak dikesampingkan, libatkan anak-anak Anda dalam membuat peraturan dan ketika sebuah peraturan di dalam rumah tangga telah disepakati bersama, maka mintalah mereka semua untuk konsisten melaksanakannya, terutama Anda sebagai orang tua. Jika Anda seorang perokok dan melarang anak-anak Anda untuk merokok, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk segera berhenti merokok. Seorang anak melihat Anda sebagai sosok yang perlu dihormati, ditiru dan diteladani. jika Anda tidak bisa memberikan teladan yang konsisten, maka Anda patut untuk khawatir anak Anda akan memiliki alasan yang kuat untuk tidak mematuhi Anda.Beri teguran dengan halus
Kehidupan ini adalah masa di mana kita semua sedang belajar. Anak-anak Anda masih baru di dunia ini dan belum berpengalaman dan seringkali melakukan kesalahan-kesalahan yang sama. Ketika anak-anak Anda melakukan kesalahan, tugas orang tualah untuk menegur dan mengingatkan mereka, teguran-teguran Anda sebaiknya tidak diucapkan dengan kemarahan, lakukanlah dengan kelemahlembutan dan tutur kata yang baik. Sumpah serapah dan makian hanya akan membuat perasaan anak-anak Anda terluka, itu hanya akan membangkitkan amarah dan dendam dalam diri anak-anak Anda.Beri pujian
Manusia mana yang tidak suka bila dipuji, oleh karena itu pujilah anak-anak Anda dengan wajar ketika mereka berhasil melakukan sesuatu, dengan memberikan pujian tidak hanya akan membangkitkan rasa percaya diri anak-anak Anda tapi juga akan membuat anak-anak Anda menghargai orang-orang di sekitarnya.Jangan malu untuk meminta maaf
Ada kalanya orang tua juga melakukan kesalahan, ketika Anda melakukan kesalahan dan diketahui oleh anak-anak Anda jangan malu untuk meminta maaf kepada mereka. Dengan cara ini Anda menunjukkan kepada mereka arti sebuah kebesaran hati, anak-anak Anda akan semakin menghormati Anda.Ciptakan hubungan yang dekat dengan anak-anak Anda
Seharusnya antara orang tua dan anak tidak ada jurang pemisah, kedekatan antara orang tua dan anak sebaiknya menjadi prioritas utama. Jika hubungan antara orang tua dan anak terjalin harmonis maka komunikasi dua arah akan terjalin dengan baik.Pada dasarnya tidak ada manusia yang diciptakan dengan karakteristik yang sama, oleh karena itu pola pendidikan terhadap satu orang dengan orang yang lain dapat berbeda-beda. Kenalilah anak-anak Anda dengan baik janganlah memaksakan kehendak Anda kepada anak-anak Anda. Jika Anda para orang tua pernah mengalami perlakuan yang tidak baik dari orang tua Anda sebelumnya, jangan lampiaskan pengalaman Anda kepada anak-anak Anda, cukuplah Anda yang mengalaminya dan pastikan anak-anak Anda mendapatkan perlakuan yang baik dari Anda.Anak-anak akan selalu mengingat hal-hal yang pernah Anda ajarkan apakah itu baik atau buruk seumur hidup mereka. Jika Anda menginginkan anak-anak Anda untuk patuh dan menghormati Anda didiklah mereka dengan teladan, karena teladan lebih ampuh daripada ratusan peraturan yang tidak dijalankan secara konsisten.- Sumber:Keluarga
Ada 5 Cara Untuk Menghidari Putri Anda Hamil Di Luar Nikah
- Maraknya kasus kehamilan yang dialami oleh para remaja di luar nikah kemudian disertai dengan banyaknya kasus aborsi, menunjukkan bahwa mereka belum benar-benar matang secara lahir batin dalam memutuskan membangun sebuah rumah tangga.Gaya hidup dan pergaulan serta pola didik dari orang tua berperan kuat dalam membentuk karakter para remaja. Dalam masa transisi menuju usia dewasa ini para remaja dihadapkan dengan berbagai macam tantangan hidup serta pilihan yang tidak mudah, termasuk salah satu di antaranya adalah dalam belajar memilih calon pasangan hidup.Ketika seseorang berada pada usia remaja salah satu kebiasaan yang umum dijumpai adalah romantisme masa pacaran. Pada masa pacaran seorang remaja kebanyakan beranggapan bahwa rekan yang dicintainya adalah pasangan sejatinya. Romantisme masa pacaran seringkali membutakan, menciptakan sebuah kesan bahwa dunia ini hanya milik berdua. Pada saat inilah kejadian yang tidak diharapkan yaitu kehamilan di luar nikah yang seringkali terjadi.Supaya terhindar dari hal tersebut para remaja sangat memerlukan pengarahan dari orang-orang terdekatnya, terutama dari orang tuanya. Kedekatan dan hubungan keluarga yang harmonis antara para remaja dan orang tuanya akan menciptakan sebuah suasana yang nyaman bagi para remaja untuk mencurahkan segala permasalahan yang sedang dihadapinya. Orang tua wajib mengajarkan serta memberi pengarahan pada anak-anak remaja mereka bagaimana hendaknya berperilaku dalam berkencan. Orang tua wajib mengajarkan kepada mereka bagaimana memperlakukan dengan hormat pasangan mereka.Dalam aktivitas kesehariannya para remaja bertemu dengan banyak orang termasuk dengan kawan lawan jenisnya. Ketika seorang remaja mulai tertarik dengan lawan jenisnya para orang tua harus perlu ekstra waspada. Ketika mereka memutuskan mulai berpacaran orang tua harus ikut campur dalam memberi wejangan agar mereka saling menghormati satu sama lain. Masa pacaran adalah masa di mana mereka belajar untuk saling mengasihi, mempercayai dan memahami satu sama lain, para remaja perlu diberi pemahaman bahwa meskipun mereka saling mencintai namun mereka belum memiliki satu sama lain secara sah baik menurut hukum atau agama.Pada masa remaja hasrat yang muncul yang diakibatkan oleh melonjaknya dorongan hormonal bisa diatasi dengan memberikan pemahaman yang benar kepada mereka tentang dampak-dampak yang akan diakibatkan jika mereka jatuh ke dalam hubungan seksual sebelum menikah. Supaya hal tersebut tidak terjadi perlu sebuah usaha dari para orang tua agar memberi pemahaman yang benar kepada anak-anak remaja mereka agar betul-betul menjaga perilaku dalam bergaul dengan lawan jenis, usaha-usaha tersebut di antaranya adalah:
1. Meningkatkan keimanan anak-anak remaja
Para orang tua perlu menjadi suri teladan bagi anak-anaknya dalam meningkatkan keimanan, dengan keimanan yang kuat terbukti ampuh menghindarkan seseorang dari hal-hal buruk yang akan terjadi.2. Mengasihi pasangan Anda
Orang tua perlu memberi contoh kepada anak-anak remaja dalam mengasihi pasangan. Kasihilah istri atau suami Anda dengan sepenuh hati, pertikaian dalam bentuk apa pun dalam rumah tangga harus bisa dihindari, ketika anak-anak Anda melihat Anda sangat mengasihi pasangan Anda mereka akan belajar untuk mengasihi calon pasangan mereka.3. Rekan Anda bukanlah sebagai obyek pelampiasan nafsu
Rekan atau pacar Anda bukanlah obyek untuk melampiaskan nafsu. Setiap orang diwajibkan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan, ketika pada taraf berpacaran seorang remaja perlu diingatkan bahwa rekan mereka adalah calon pendamping hidup mereka kelak, mereka perlu untuk menghargai dan menghormatinya sebagai rekan yang sepadan.4. Seks adalah sakral
Para remaja perlu memahami bahwa seks adalah sakral dan hanya boleh dilakukan oleh suami-istri yang sudah disahkan secara hukum dan agama.5. Memberi kesibukan kepada anak-anak Anda
Ada banyak waktu luang yang dimiliki oleh para remaja seusai sekolah, dengan memberikan kesibukan baik di dalam rumah atau mengikutsertakannya dalam kegiatan di luar rumah yang positif seperti klub olahraga, musik dan lain sebagainya akan membantu mereka menyalurkan hasrat dan minatnya.Seorang remaja yang berhasil melewati masa transisi menuju ke kedewasaan yang matang memerlukan bantuan dari orang-orang terdekat yang dikasihinya. Orang tua adalah orang terdekat itu, bantu putra dan putri Anda memahami bahwa mereka sedang disiapkan dan diharapkan dapat menjadi orang tua-orang tua yang bertanggung jawab suatu hari nanti.- Sumber:Keluarga
6 Hal Menjadi Ayah Yang Telandan Bagi Putrinya
- Seorang penyair mengatakan bahwa cinta pertama seorang gadis adalah kepada ayahnya, hal tersebut tidaklah berlebihan mengingat peran ayah yang begitu besar bagi keluarganya. Sosok ayah yang baik yang melindungi serta mengayomi keluarganya dapat menginspirasi anak-anaknya untuk melakukan hal yang serupa, khususnya bagi anak perempuan bahwa sosok seperti ayahnyalah yang kelak menjadi idolanya ketika dia memutuskan untuk mencari pendamping hidup bagi dirinya.Para ayah di mana pun Anda berada saat ini, tugas Anda menjadi ayah adalah sebuah amanah agung yang telah dipercayakan oleh Tuhan kepada Anda untuk menjaga, merawat, dan membesarkan anak-anak yang dititipkan sementara kepada Anda. Anak-anak perempuan Anda adalah sangat unik, mereka dibekali dengan perasaan lembut yang tidak dimiliki oleh anak-anak putra Anda, sehingga cara mendidik mereka pun berbeda, jangan pernah menyakiti atau bahkan menghancurkan perasaan mereka yang lembut itu.Sebagai seorang pria terkadang memang sulit untuk memahami perasaan wanita, bahkan ketika Anda berusaha untuk memahami perasaan anak perempuan Anda, tidak semua ayah mampu melakukan hal ini. Jika semua upaya yang telah Anda lakukan nampaknya tidak membuahkan hasil untuk mendidik anak perempuan Anda, mungkin daripada banyaknya kata-kata atau perintah yang telah Anda buat bagi mereka, sekaranglah waktunya Anda memberikan teladan melalui tindakan nyata Anda.
1. Mengasihi sepenuh hati istri Anda
Mengasihi sepenuh hati istri Anda dan memperlakukannya dengan penuh rasa hormat, cara ini sangat ampuh untuk menyentuh ke dalam relung hati terdalam putri Anda. Ketika seorang anak perempuan melihat ayahnya memperlakukan ibunya dengan penuh kasih, maka tak ada alasan lain bagi dirinya untuk menolak saran-saran dari Anda, karena putri Anda akan sangat menghargai dan menghormati Anda, mempercayai Anda bahwa saran-saran dari Anda pastilah benar dan itu demi kebaikan mereka juga.2. Memperlakukan orang lain dengan penuh rasa hormat dan sopan
Ketika bertamu atau bertemu dengan orang lain perlihatkan rasa respek Anda dan berlakulah secara sopan di hadapan putri Anda. Lakukanlah secara spontan dan tanpa dibuat-buat dan perkenalkanlah putri Anda kepada mereka, pujilah dia dan bangkitkan rasa percaya dirinya ketika berhadapan dengan orang lain.3. Menghindari kata-kata kasar
Ketika di dalam rumah atau di tempat umum hindarilah menggunakan kata-kata kasar. Ketika Anda marah atau memiliki masalah dengan istri Anda di rumah berusahalah untuk tidak mengucapkan kata-kata kasar atau makian kepada istri Anda, atau ketika Anda memarahi anak-anak Anda karena mereka melakukan sebuah kesalahan. Kesabaran Anda sedang diuji, ketika Anda para ayah mampu mengatasi emosi Anda, anak-anak Anda akan melihat bahwa ayahnya adalah seorang yang sabar dan bijaksana dalam mengatasi setiap permasalahan, Anda akan semakin dihormati oleh mereka bukan ditakuti.4. Tidak membeda-bedakan
Janganlah pernah bersikap pilih kasih terhadap anak-anak Anda, perlakukan anak perempuan Anda sederajat dengan anak putra Anda. Tidak ada perbedaan tugas dan tanggung jawab di dalam rumah, perlakukalah semuanya dengan adil.5. Membantu mengerjakan tugas istri Anda
Bagi seorang pria tidak ada salahnya mengerjakan tugas-tugas seorang wanita, seperti: mengendong bayi, memasak, mencuci pakaian, mensetrika baju, menjemur pakaian, menjahit, dan sebagainya. Seorang pria yang bersedia mengerjakan tugas-tugas seorang wanita bukan berarti pria tersebut bersikap feminim, tetapi lebih kepada perhatian serta rasa respek Anda kepada pasangan dan anak perempuan Anda. Tidak banyak pria yang mampu melakukan hal ini, maka jika Anda ingin menjadi seorang "pahlawan" di mata anak perempuan serta istri Anda, Anda tidak perlu sungkan atau ragu-ragu lagi mengerjakan tugas-tugas mereka tersebut.6. Anak perempuan merasa dicintai dan dihargai apabila ditolong
Terkadang anak perempuan Anda ingin bersikap manja kepada Anda, sebagai seorang pria janganlah menunjukkan kegalakan Anda atau ketegasan Anda kepadanya. Ketika dia mengalami kesulitan dalam mengerjakan sebuah tugas, tolonglah dia untuk mengerjakannya, karena kelembutan hatinya anak perempuan akan merasa lebih dicintai serta dihargai apabila Anda bersedia untuk menolongnya dengan tulus. Bantulah mereka untuk selalu merasa nyaman serta merasa dilindungi bila berada di dekat Anda.Dalam mendidik anak-anak dalam masa pertumbuhannya, seringkali teladan lebih ampuh digunakan daripada banyaknya kata-kata atau perintah yang diucapkan. Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menjadi ayah yang baik dan berdedikasi, Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi terhadap anak-anak Anda kelak, namun percayalah bahwa teladan-teladan baik Anda tidak akan pernah mereka lupakan sampai selama-lamanya- Sumber:Keluarga
Aturan-aturan Ibu Kepada Anak Laki-laki-Nya
"Apa adanya saya dan cita-cita saya, adalah berkat ibu, malaikat saya." Abraham Lincoln
Ibu memainkan peran penting dalam kehidupan putra mereka. Berikut adalah beberapa saran untuk membantu dalam upaya peran keibuan yang luar biasa namun terkadang menakutkan.1. Berikan teladan untuk putra Anda ikuti
Ungkapkan kepada putra Anda betapa ayahnya adalah seseorang yang luar biasa. Ini membangun rasa hormat si anak bagi sang ayah, dan jujur saja, ini akan membuat sang ayah benar-benar ingin menjadi ayah teladan. Doronglah suami Anda untuk mengikutsertakan putra Anda ketika dia mengerjakan tugas di sekitar rumah. Jika putra Anda tidak punya sosok ayah di rumah, berikanlah teladan Anda sendiri. Usahakan ada sosok laki-laki untuk mengajarkannya keterampilan. Aturlah bagi putra Anda untuk mengerjakan proyek pelayanan di lingkungan sekitar Anda. Ceritakan kisah tentang hal-hal luar biasa yang dilakukan oleh ayah Anda atau sosok laki-laki panutan lainnya dalam hidup Anda.2. Kebersihan dan kesopanan adalah penting bagi putra Anda
Anak laki-laki dapat diajarkan untuk mengurus diri mereka sendiri. Mereka dapat belajar pentingnya menyisir rambut dan memotong kuku. Mereka dapat merapikan alis mereka yang lebat. Anak laki-laki dapat diajarkan cara mencuci dan menyeterika pakaian mereka sendiri dan cara berpakaian dengan sopan. Terkadang anak laki-laki perlu diingatkan untuk menggunakan deodoran dengan tepat. Anda perlu menjelaskan kepada mereka bahwa bau badan mereka mengharuskan mereka untuk lebih sering mandi. Ingatkan mereka untuk membersihkan telinga mereka atau untuk mengobati jerawat mereka dengan produk perawatan kulit.3. Ajarkan putra Anda untuk menghormati wanita
Apakah Anda memperbolehkan putra Anda memukul Anda ketika dia sedang marah? Ini tidak patut dilakukan bahkan saat dia sedang belajar untuk mengendalikan emosinya. Ajarkan dia untuk membuka pintu bagi Anda atau wanita lainnya. Dia dapat mempersiapkan diri untuk melindungi para wanita dalam hidupnya. Dia dapat diajarkan untuk tidak memperbolehkan ide-ide kotor masuk ke dalam pikirannya. Dia tidak akan memperbolehkan para pria lainnya membicarakan wanita secara tidak sopan. Pornografi bukanlah suatu cara pendewasaan melainkan sumber kecanduan berbahaya yang merusak pandangan terhadap wanita. Ajarkan putra Anda bahwa golnya adalah untuk mengenal dan berteman dengan anak-anak perempuan. Putra Anda hendaknya diajarkan untuk mempersiapkan diri menghadapi anak-anak perempuan yang tidak memiliki standar moral tinggi yang sama dengannya. Adalah wajar jika hubungan berjalan ke arah tertentu. Jeanette G. Smith, seorang terapis keluarga, menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan dalam hubungan, dan sampai dia siap untuk menjadi seorang suami atau ayah, yang terbaik adalah untuk memastikan hubungan seorang pria dengan wanita tetap non-eksklusif. Saya menyarankan setiap orang tua dan orang dewasa untuk membeli dan membaca buku ini.4. Putuskan kapan saatnya untuk membiarkan putra Anda membuat pilihannya sendiri
Dalam upaya kita untuk membantu putra kita berhasil dalam hidup, terkadang kita tidak membiarkan mereka menanggung akibat dari tindakan mereka. Beberapa ibu memilih untuk bertanggung jawab atas kesalahan putra dewasa mereka, dengan alasan bahwa seharusnya mereka mengajarkan si anak dengan lebih baik atau sang ibu seharusnya lebih mempersiapkan putranya. Jika Anda adalah salah satu dari mereka, berhentilah. Anda telah menunaikan tugas Anda dan putra Anda bertanggung jawab atas pilihan-pilihannya sendiri.5. Kembangkan rasa percaya diri putra Anda
Anak laki-laki perlu diberitahu oleh ibu mereka bahwa dia adalah anak yang tampan. Mereka perlu tahu bahwa otot-otot mereka terlihat semakin kuat dan besar. Mereka perlu diberi pujian. Jika putra Anda memiliki saudara perempuan, doronglah putri Anda untuk melakukan hal serupa. Beberapa kata pujian mengenai penampilan fisik putra Anda berdampak besar baginya.6. Berharaplah untuk hal-hal luar biasa tetapi jangan patah semangat ketika putra Anda biasa-biasa saja
Adalah baik bagi Anda untuk mengharapkan hal-hal luar biasa dari putra Anda. Sewaktu putra Anda bertambah dewasa, dia akan berusaha untuk membuat ibunya bangga. Namun adalah penting untuk memahami bahwa putra Anda akan membuat kesalahan. Terkadang, itu merupakan kesalahan besar. Ketika ini terjadi, sangatlah penting untuk memperlihatkan kasih bagi putra Anda yang sedang membutuhkan dukungan Anda. Kasih yang tegas bukan berarti tidak ada kasih sama sekali.Ini dapat terdengar sulit ketika Anda membersihkan kamar mandi atau merapikan mainan mereka. Anda menangis ketika melihat putra Anda ditindas oleh kakak kelas di sekolah atau terlibat tawuran. Anda mengorbankan begitu banyak agar putra Anda dapat berhasil dalam hidup. Anda kelelahan. Anda tidak yakin apakah upaya Anda sudah cukup. Namun percayalah bahwa semua pengorbanan Anda tidaklah sia-sia dalam membentuk seorang pria sejati.- Sumber:Keluarga
Cara Mengenali Anak-Anak Suka Mengigit Kuku
- "Nggak capek gigit kuku terus?" Sindiran ini menyadarkan saya pada kebiasaan yang secara tidak sadar saya lakukan saat gelisah, takut, atau terlalu senang dalam menghadapi sesuatu. Saya pun tidak tahu kapan persisnya kebiasaan ini dimulai. Yang saya ingat sejak kecil pun saya telah gemar menggigit kuku. Walaupun saat dewasa saya sudah bisa mengontrol kebiasaan ini, namun terkadang kebiasaan ini muncul kembali dan terjadi begitu saja tanpa disadari.Menggigit kuku sendiri adalah aktivitas paling umum yang dilakukan seseorang disaat seseorang menghadapi nervous habits. Begitu juga si kecil. Umumnya kebiasaan ini bisa berlanjut hingga ia besar, namun ada juga yang dapat menghentikan kebiasaan ini.Jika kebiasaanya menggigit kuku masih dalam batas yang wajar, tidak menyakiti diri sendiri dan dilakukan secara tidak sadar untuk meredam stres ringan, maka Anda tidak perlu khawatir karena kebiasaan ini masih bisa hilang dengan bimbingan yang tepat dari Anda.Namun sebaliknya, jika ia menggigit kuku hingga ujung-ujung jarinya terluka, berdarah dan diikuti perilaku lainnya seperti kecenderungan menjambak rambutnya atau mencubiti tubuhnya sendiri, segeralah konsultasikan dengan seorang Psikolog Anak, agar Anda dapat memahami penyebab kecemasan si kecil.Menggigit kuku terlihat seperti kebiasaan sederhana, namun ada baiknya Anda menghentikan kebiasaan tersebut dengan beberapa langkah berikut:
CARI PENYEBABNYA
Lakukan observasi selama beberapa hari atau beberapa minggu terhadap aktivitas dan hal-hal apa saja yang dialami si kecil. Dari observasi itu, Anda akan menemui faktor-faktor apa saja yang menjadi pemicu stres, cemas, takut, misalnya masuk di lingkungan baru, memiliki teman baru atau melihat pertengkaran orang tuanya, dan lain-lain.AJAK SI KEClL BICARA
Jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, mulailah untuk mengajaknya berbicara. Misalnya, "Nak, jika kamu merasa takut, gelisah, atau apa pun, kamu bisa ceritakan semuanya pada Ibu." Ketika ia bercerita sambil mulai menggigit kukunya, di saat itu pula Anda dapat mengingatkan si kecil untuk menghilangkan kebiasaannya. Ucapkan dengan lembut seperti, "Saat kamu bercerita pada Ibu, kamu bisa menghentikan kebiasaanmu menggigit kuku dan Ibu akan selalu mengingatkanmu kapan saja agar kamu tidak melukai jari-jarimu sendiri."BUATLAH IA MENYADARI KEBIASAANNYA MENGGIGIT KUKU
Buatlah kesepakatan dengan si kecil dengan bahasa tubuh yang sudah disepakati. Misalnya, saat ia mulai menggigit kuku Anda dapat memberinya sentuhan lembut di punggung, atau memanggil lembut namanya sambil melihat kuku yang ia gigit. Kesepakatan ini bisa menjadi pengingat efektif untuk menyadarkannya. Perlu diingat, jangan memaksanya terlalu keras karena si kecil akan menganggap hal ini sebagai hukuman.AJARKAN ALTERNATIF LAIN
Biasakan untuk memberikan aktivitas pada tangannya agar aktif bergerak, seperti memberinya mainan atau mencoret-coret kertas agar ia melupakan kebiasaannya. Namun disaat ia berada di tempat umum dan Anda tidak bisa memantaunya seperti di sekolah, ajarilah Ia untuk mengambil napas dan membuangnya perlahan, lakukan beberapa kali hingga ia tenang dan bisa mengalihkan perhatiannya ke hal lainnya.BANTU IA SAAT KESULITAN
Tidak sedikit orang seperti teman, nenek, paman, akan berkomentar saat si kecil menggigit kukunya. Bahkan sindiran atau larangan pun dilakukan untuk menghentikannya menggigit kuku. Terkadang hal ini dapat membuat anak sedih padahal ia masih berjuang untuk menghilangkan kebiasaannya. Ajaklah ia bicara tentang apa yang dirasakannya, ajaklah ia untuk menghilangkan kebiasaan ini bersama-sama dan yakinkanlah ia bahwa Anda akan selalu membantunya.JANGAN MENGHUKUM ATAU MEMARAHINYA
Nervous habits biasanya dilakukan secara tidak sadar. Jadi tidak tepat jika Anda langsung menghukum atau memarahinya. Tetaplah tenang, karena jika Anda melayangkan bentakan seperti "Stop menggigit kukumu!", hal ini malah akan membuatnya makin cemas dan berujung dengan tangisan yang penuh drama. Jika Anda terlalu sering menekannya untuk berhenti menggigit kuku, ia akan semakin stres dan akan tetap mengigit kukunya.Jangan melakukan intervensi dalam bentuk apapun karena akan membuatnya seperti mendapatkan hukuman. Yang perlu kita lakukan adalah menciptakan rasa nyaman, karena disaat si kecil siap ia akan cenderung berusaha sendiri untuk menghilangkan kebiasaan ini.COBA LAGI DAN LAGI
Orang dewasa saja butuh waktu meredam nervous habits-nya, apalagi anak-anak yang terkadang belum bisa mengontrol rasa cemas atau takut. Jadi biarlah proses menghentikan kebiasaan menggigit kuku ini menjadi proses yang nyaman untuk dilakukan karena Anda tetap mencurahkan perhatian dan kasih sayang.Saat ia belum berhasil menghilangkan kebiasaannya, tetaplah sabar dan tekun mengajaknya mencoba kembali. Yakinkan ia bahwa segala usaha yang kalian lakukan akan membuahkan hasil.- Sumber:Keluarga
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)





