Agen Judi Online

From our Blog

Showing posts with label berita bencana alam. Show all posts
Showing posts with label berita bencana alam. Show all posts

Wednesday, April 27, 2016

Kejadian Mengerikan Di Atas Kapal Yang Merenggut Nyawa 3 Orang

Sekelompok wisatawan menjadi histeris ketika terjadi hal yang mengerikan secara tiba-tiba. Rombongan ini tengah menikmati suasana perairan di Karibia, Costa Rica, situasi berubah drastis, dari menyenangkan menjadi mengerikan.
Di saat wisatawan mengapung di sebuah kapal, dengan ombak yang landai-landai saja, mendadak mencekam ketika gelombang menggulung kapal itu. Para wisatawan pun tercebur ke lautan lepas.

Dikutip Daily Star (24/4/2016), semua kejadian ini direkam oleh gadis berusia 21 tahun bernama Alexis Esneault.

Semula, Alexis merekam situasi di geladak kapal yang tenang. Bahkan ia terekam melakukan video-selfie. Suasana mencekam, ketika petugas kapal memandu para wisatawan untuk mengenakan lifejackets.

Usai digulung gelombang, kapal itu ditelan gelombang, menghujam ke dasar lautan lepas. Sementara, 109 wisatawan dan awak kapal terapung-apung di lautan lepas.

Insiden ini merenggut tiga nyawa wisatawan; Brit Ivor Stanley Hopkins (80), Edna Oliver(68), dan Sharon Johnson (70).

Menurut laporan, insiden ini diakibatkan oleh angin kencang dan tingginya gelombang lautan di lepas pantai Karibia. Ya, demikianlah, lautan memang sulit ditebaksebagaimana hati perempuan yang dalam.

Sumber:Berantai

Saturday, April 23, 2016

Inilah Penyebab Sungai Meluap Yang Merendam Rumah Warga

 Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Jawa Barat, mengatakan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat ini sudah tidak lagi mempekerjakan petugas pemantau hulu sungai terhitung sejak Maret 2016, sehingga informasi yang didapat petugas Bendung Kali Bekasi terkait peningkatan debit air terlambat.
"Dampaknya, pembukaan bendung Kali Bekasi tidak pas dan sungainya meluap ke rumah-rumah warga," kata Kepala Dinas Binamarga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Adhianto di Bekasi, Jumat (22/4/2016).
Oleh karena itu dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi meminta BBWSCC memperpanjang masa tugas tim pemantau hulu Sungai Cikeas dan Cilengsi Bogor untuk mendetreksi dini saat terjadi peningkatan debit air.
"Kita sudah ada kerja sama pengendalian Kali Bekasi sebagai bagian dari aliran Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi dalam rangak pengendalian banjir," ujarnya. 
Menurut dia, estimasi waktu yang dibutuhkan aliran air dari kedua sungai tersebut di Bogor menuju Bekasi diperkirakan selama 5 hingga 6 jam.
"Di hulunya tidak ada lagi petugas piket tim pemantau karena sudah habis masa kerjanya. Kita minta di perpanjang untuk antisipasi banjir tapi nyatanya terlambat," katanya.
Dikatakan Tri, situasi itu mengakibatkan sebanyak 5.000 unit rumah yang tersebar di bantaran Kali Bekasi tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi antara 40 centimeter hingga 4 meter pada Kamis (21/4).
"Info siaga satunya di hilir pukul 04.00 WIB, sementara siaga satu di bendung Kali Bekasi baru dapat info pukul 06.00 WIB,sehingga air tidak tertampung lagi," terangnya.
Tri menambahkan, kehadiran petugas pemantau aliran sungai di Bogor sangat dibutuhkan oleh Bekasi karena perannya yang signifikan dalam mengantisipasi luapan Kali Bekasi.
"Kali Bekasi ini memiliki kepentingan yang beragam, mulai dari pengairan sawah hingga suplai air baku bagi PDAM Kota Bekasi dan DKI Jakarta," pungkasnya. 
Sumber:RimaNews

Thursday, April 7, 2016

Jateng Mersakan Gempa Garut

Gempa 6,1 skala Richter yang terjadi di Garut, Jawa Barat, membuat panik warga. Dari pantauan Metro TV, sejumlah warga keluar rumah tak lama setelah barang-barang di rumah mereka bergoyang.

Kaca, lampu, dan benda rumah lain bergoyang akibat gempa itu. Warga mengaku panik karena gempa terjadi di malam hari. Namun, berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, belum ada dampak kerusakan berarti akibat gempa ini. BPBD Garut juga belum mendapatkan informasi adanya korban.
Kepala BMKG Bandung Rifar Kamin mengatakan gempa di Garut tak berpotensi tsunami. "Gempa yang terjadi malam ini tidak berpotenai tsunami," ujar Rifar saat dihubungi, Rabu malam (6/4/2016).

Menurut Rifar, jenis gempa tektonik tersebut terjadi akibat penyusutan lempeng di Pulau Jawa. Meskipun hanya terjadi beberapa detik, namun kekuatan gempa tersebut hingga Jawa Tengah.

Rifar mengimbau masyarakat untuk tidak panik atas gempa tersebut. Bahkan kemungkinan besar akan terjadi gempa susulan, namun dengan skala kecil dibandingkan gempa yang pertama.

Gempa berkekuatan 6,1 skala Richter terjadi di 101 kilometer barat daya Garut, Jawa Barat, pukul 21.45 WIB, Rabu, 6 April. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di kedalaman 10 kilometer. Posisi gempa adalah di 8.30 lintang selatan dan 107.32 bujur timur.

Sumber:MetrotvNews

Film

Hiburan

Celeb

 
Copyright © 2014 Berita Online 24